“Meski saya sudah menulis banyak buku, saya ingin terus memperbaiki diri. Selama ini saya juga belajar menulis dari jagoan menulis kita 'Pak guru Jonru'. Saya belajar online saja dan mendapat banyak manfaat.... Sehingga tulisan saya kata suami saya lebih berbobot.”
Aning Harmanto (Jakarta)
Siswa SMO Angkatan I
Pengusaha Mahkota Dewa - www.mahkotadewa.com -
Penulis 18 buku best seller
|
|
“Keunggulan dari kursus ini antara lain; pertama, biaya kursus cukup terjangkau dan tidak mahal. Uang sisa belanja yang ditabung setiap minggu, saya gunakan untuk membayar lunas 6 bulan kursus. Kedua, online kursus dengan sistem chatting sehingga menyenangkan dan terasa segar di pikiran. Ketiga, bisa berkenalan dengan teman sesama peserta kursus yang berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Terakhir BelajarMenulis memberi banyak informasi baru seputar dunia tulis menulis.
Keunggulan lainnya adalah moderator yang sangat cekatan dan sigap. Materi hasil kursus lengkap dikirim oleh moderator ke setiap email peserta.”
Hartati Nurwijaya (Yunani)
Siswa SMO Angkatan I
Penulis buku "Perkawinan Antarbangsa, Love & Shocks"
|
|
"Saya merasa proses pembelajaran menulis di SMO sangat efektif dan efisien. Materi yang disajikan cukup berbobot dan bisa diikuti tanpa meninggalkan kesibukan yang lain. Suasana belajar juga sangat interaktif. Satu lagi yang membuat saya puas, karena sang mentor selalu siap membantu ketika kita ingin tanya apa saja seputar dunia kepenulisan. Sukses selalu buat SMO!"
Faif Yusuf (Bekasi)
Siswa SMO Angkatan II
Penulis Buku "Rahasia Jadi Entrepreneur Muda" |
|
"SMO merupakan pendobrak (pertama melalui pembelajaran system online) generasi (meminjam kata Taufik Ismail) rabun baca tumpul menulis. Dengan di-founder-i oleh Mas Jonru, SMO bisa membawa perubahan "zaman" baru.
Hati-hati dengan situs ini. Dari sini menjalar virus menulis yang dapat menulari siapa saja. Saya sendiri telah merasakan terjangkiti virus itu (menulis) hingga saat ini menjadi lebih gila (baca) sebagai modal awal untuk mengisi kepalaku dengan berbagai perbendaharaan (kata) pengetahuan.
Gara-gara SMO-lah saya memiliki tekad untuk melahirkan karya berupa tulisan. Saya tidak menyangka kalau - kata teman - ternyata saya bisa menulis. Sepertinya SMO harus bertanggung jawab atas semakin menjalarnya virus (pengin) menulis khususnya bagi yang doyang surfing."
Salwangga
Siswa SMO Kelas Fiksi Angkatan III |
|
Setelah bergabung dengan SMO, aku bisa lebih menambah wawasan kepenulisan, juga menambah percaya diri untuk menulis terus. Kebetulan juga hobiku menulis dan ada hubungannya dengan pekerjaan di sekolah (bikin cerita) walau berlainan bahasa. Setidaknya bisa aku tuangkan hasil terjemahan itu ke dalam bahasa Indonesia di blog dan bikin buku.
Aku suka dengan gaya SMO di modul pembuka; ajakannya to the poin gituh, jelas banget menuntun kepala dan tangan tuk belajar serius. Bukan sekedar iseng buang potensi menulis, menjadi sia-sia. Untung deh aku pernah gabung di SMO.
Rose FN
Siswa SMO Kelas Nonfiksi angkatan IV |
|
"Saya dulu memang berprofesi sebagai penulis lepas di beberapa media masa. Namun dari pengalaman, ada banyak hal yang amat luas untuk dipelajari di SMO. Sebagai penulis juga, saya akui saya mendapatkan pengalaman tak terlupakan mengikuti sekolah online di SMO, dibandingkan dengan tempat belajar menulis lain yang pernah saya ikuti.
Kalau hanya pelajaran teknis dan EYD, kita bisa cari di internet secara gratis. Tapi kita membayar SMO untuk bimbingan di luar itu. Yaitu mencakup kesiapan mental menulis, memetakan ide, hingga bimbingan naskah yang diperhatikan betul oleh para mentor. Kekurangan dalam penulisan, dikoreksi secara spesifik dan tidak asal-asalan.
Servis SMO yang memberi bimbingan penuh inilah yang saya anggap sebagai add values utama dibanding sekolah menulis lain."
Lutfi Syarifudin
Siswa SMO Kelas Nonfiksi Angkatan IV |
|
"Keterbatasan waktu dan mahalnya biaya membuat keinginan banyak orang untuk mengikuti pelatihan menulis sulit terwujud. SMO menghadirkan solusi bagi kedua persoalan tersebut. Sistem belajar secara online memudahkan saya untuk mengikuti pelatihan tanpa harus meninggalkan tempat. Biaya pelatihannya juga cukup terjangkau bagi semua kalangan."
Badiyo
Siswa SMO Kelas Fiksi Angkatan IV |
|
"Aku rasa SMO cukup bermanfaat. Selain aku masih bisa bekerja, aku juga bisa belajar tanpa harus duduk manis di depan pengajar. Aku senang karena dari SMO aku bisa tahu bahwa menulis itu tak sekadar menulis, melainkan memiliki tujuan. Maksudnya dari apa yang kita tulis, tak selamanya merupakan curahan isi hati kita saja. Tetapi menulislah dengan hati yang mampu mencerahkan dan menjadi panutan. Setidaknya itu yang membuat aku bangga menjadi alumni SMO.
Menna Larasati
Siswa SMO Kelas Fiksi Angkatan III dan Nonfiksi Angkatan IV |
|
* Modulnya mudah dipahami bahkan oleh pemula sekalipun.
* Mentornya oke (maksudnya kalau sedang membahas suatu materi lewat YM bisa diikuti dan dimengerti), baik hati (walaupun sudah alumni saya masih bisa bertanya lewat email ke Pak Oleh bahkan minta tolong beliau membaca & mengomentari esai-esai saya), lagipula pintar J (maksudnya ditanya apa aja seputar dunia tulis menulis pasti bisa jawab)
* Materinya ‘useful’
* Tidak terikat tempat maksudnya bisa diikuti darimana saja, baik yang tinggal di ibukota, di pinggiran kota, di luar kota sampai yang ada di luar negeri.
Erlita Pratiwi
Siswa SMO Kelas Fiksi Angkatan III, Nonfiksi Angkatan ke IV, Penulisan & Penerbitan Buku Angkatan I |
|
"SMO mengajar dan membimbing agar Indonesia dapat menelurkan Penulis-penulis berbakat yang memiliki karya-karya dahsyat! Ciao SMO!"
Endinda Krista
Siswa SMO Angkatan II |
|
"SMO tuh bikin aku banyak pengetahuan. Walaupun cuma 3 bulan kita belajar, tapi ngebantu banget. Apalagi tentang penulisan. Tadinya sempet gak yakin bisa ikutin SMO karena kuatir ngehambat jadwal sekolah. Tapi ternyata bisa juga ngikuti konferensi online ama baca modul-modulnya yang banyak."
Nova Rismawaty
Siswa SMO angkatan IV |
|
”Jujur aja daku dapet gratisan belajar di SMO karena daku menang lomba nulis. Tapi tiada perbedaan perlakukan ke daku walau pun daku dapetnya gratisan :)
Daku bukan murid yang baek karena gak pernah ngumpul PR sama Tugas. Namun dari apa yang udah daku dapatkan di SMO, daku jadi makin ngerti, dunia menulis itu indah adanya.. :)”
Thomas Aquino
Siswa SMO Angkatan II
|
|
"..banyak ilmu yang bisa aku peroleh seperti info berbagai hal tentang dunia penulisan misalnya review buku baru yang ditulis oleh penulis terkenal. Ada pula kiat menulis yang ditulis oleh orang-orang yang ahli di bidangnya. Semua ini membantu perkembanganku dalam menulis di blogku di Multiply.com.
Dengan mengikuti pelatihan menulis seceara online dan sering membaca situs belajar menulis.com, aku berharap bisa menuangkan secara menarik semua kegiatan dalam bentuk tulisan di MP ku, seperti mereview buku/novel yang aku baca maupun catatan perjalananku..."
Dra. Lily Multatuliana. M.Hum (Malaysia)
Siswa SMO Angkatan I |
|
”SMO menjadi pembuka wawasan saya dalam hal tulis menulis. Menulis jadi lebih hidup seakan mempunyai ruh dan lebih menggairahkan. Menulis jadi lebih terarah dan fokus karena ilmu diajarkan dengan mudah dan jelas. Hal-hal yang harus diketahui untuk menerbitkan buku juga diajarkan, terlebih lagi saya semakin paham bagaimana berstrategi dan bernegosiasi dengan penerbit lewat tanya jawab. Teruslahlah maju SMO. Banyak yang begitu ingin tahu tentang menulis, SMO-lah solusinya.”
Titik Parwati Hesti
Siswa SMO Angkatan II
|
|
"Banyak buku tentang menulis. Puluhan bahkan ratusan buku terpampang di rak toko buku. Materi SMO tak lebih dan tak kurang sama dengan isi di buku-buku tersebut. Tapi Interaksi antara siswa dengan mentor tak dapat kamu temukan di buku-buku itu. Interaksi inilah yang dapat menumbuhkan semangat, motivasi dan evaluasi latihan yang diberikan. Dan semua itu ada di SEKOLAH MENULIS ONLINE."
Estu Pitarto
Siswa SMO Angkatan II |
|
"Senang sekali bisa dapat banyak pelajaran yang sangat bermanfaat tentang menulis. Lebih senang lagi sewaktu Bang Jonru menilai hasil tulisan, lengkap dengan saran-sarannya. Jadi lebih memacu semangat menulis karena hasil tulisan itu sepertinya diapresiasi dengan baik."
Fitria Adiarti
Siswa SMO Kelas Intensif Angkatan II |
|
"Belajar di SMO Belajar Menulis sangat memotivasi dan membangkitkan rasa percaya diri saya dalam menulis. Banyak teori menulis yang saya dapatkan dan mudah diterapkan."
Syarif Basir
Siswa SMO Angkatan II |
|
"Dari dulu, saya selalu ingin mengikuti sekolah menulis. Namun sayangnya tidak ada sekolah menulis di kota saya. Ketika saya tahu bahwa telah ada sekolah menulis online, saya langsung tertarik mengikutinya. Dengan jadwal yang fleksibel, saya bisa lebih menikmatinya. Yang jelas, saya jadi lebih rajin menulis. Itu yang paling penting =)"
Anggita Miftah Hairani (Purwokerto)
Siswa SMO Angkatan II |