Liputan Media: Wirausaha & Keuangan

 

Jonru Ginting, Pendiri SMO:
Ketika Mestakung Datang

Majalah Wirausaha & Keuangan edisi ke-79, April-Mei 2010

Jonru (39 tahun), pendiri SMO, awalnya adalah seorang karyawan biasa. Walau sudah hidup mapan dari segi gaji dan fasilitas-fasilitas lain di kantornya, pria kelahiran Kabanjahe (Sumatera Utara) ini merasa gelisah.

"Mimpi terbesar dalam hidup saya adalah menjadi entrepreneur dan full time writer," ungkapnya.

Bulan-bulan pertama setelah resign dari kantor adalah masa-masa tersulit pada kehidupan Jonru. Puncaknya adalah Juli 2007, saat ia benar-benar nyaris tak punya lagi sumber penghasilan apapun. Namun pada saat krisis seperti itulah, sebuah ide cemerlang muncul di pikirannya.

"Saya sudah sejak lama ingin mendirikan sebuah lembaga pelatihan penulisan yang berlangsung lewat internet. Tapi sejak dulu selalu tertunda karena saya merasa belum siap. Mungkin sekaranglah saat yang tepat untuk mewujudkan keinginan tersebut," ujarnya.

Pada saat-saat krusial itulah, ia merasakan ada mestakung, semesta mendukung, yang datang. Sebuah kekuatang dari Tuhan yang membuat ia tergerak untuk memulai usaha. Jujur saja, kekuatan itu berasal dari dorongan untuk memiliki penghasilan, memiliki uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Maka Jonru pun segera mendirikan Sekolah-Menulis Online (SMO). Pada angkatan pertama, jumlah pendaftar mencapai 35 orang. Pada angkatan-angkatan berikutnya pun tetap dibanjiri pendaftar.

Saat ini, di kota-kota besar seperti Jakarta makin menjamur kursus dan pelatihan penulisan. Namun Sekolah-Menulis Online (www.sekolahmenulisonline.com) boleh dikatakan berbeda. Pelatihan yang mereka adakan berlangsung secara online di internet.

Kini, SMO menjadi salah satu lembaga pelatihan penulisan yang paling populer di Indonesia. Bahkan, SMO merupakan pelopor pelatihan penulisan yang diselenggarakan lewat internet.

Saat ini Sekolah Menulis Online telah memiliki alumni lebih dari 400 orang, baik dari dalam maupun luar negeri.

Di antara mereka ada yang sudah berhasil menerbitkan buku seperti Faif Yusuf [penulis buku Rahasia Jadi Enterpreneur Muda], Syasya Azisya [penulis buku Rich Mom Poor Mom], Dina Mardiana [penulis buku Kuliah Gratis ke Luar Negri, Mau?], dan lain-lain.

Peserta juga berasal dari banyak kalangan, mulai dari pengusaha, ibu rumah tangga, dokter, karyawan, mahasiswa, pelajar, sampai TKI.

Perkembangan yang pesat pun mendorong Jonru untuk mengajak Epri Tsaqib, salah seorang sahabatnya sesama penulis, untuk bergabung di dalam tim manajemen SMO. Berdua, mereka kini tidak hanya mengelola SMO, tapi juga pelatihan-pelatihan penulisan offline di berbagai kota di Indonesia.